Ketua DPD: China mitra kuat RI wujudkan demokrasi hijau

China Dipandang Sebagai Sekutu Strategis Indonesia dalam Mewujudkan Demokrasi Hijau

Ketua DPD – Jakarta — Sultan Najamudin, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap peran Tiongkok dalam mendukung konsep demokrasi hijau. Menurutnya, negara dengan populasi terbesar di dunia ini telah menjadi mitra yang sangat berharga bagi Indonesia dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat global.

Dalam sambutannya pada acara gelar griya yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta pada hari Rabu, Sultan Najamudin menekankan pentingnya kolaborasi internasional. Ia menyatakan bahwa Indonesia berharap dapat mempererat kerja sama dengan Tiongkok serta berbagai negara sahabat lainnya. Tujuan utamanya adalah mengembangkan kebijakan transformasi ekonomi hijau yang mampu menyeimbangkan antara upaya pembangunan nasional dengan keberlanjutan ekologis.

Paradigma Baru Pembangunan Berkelanjutan

Sultan Najamudin secara khusus menyebut konsep demokrasi hijau untuk pembangunan berkelanjutan sebagai sebuah paradigma baru yang sangat ia dukung. Melalui pendekatan ini, ia menilai Tiongkok berhasil mengembangkan berbagai kebijakan perlindungan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan yang terbukti efektif. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen negara tersebut terhadap masa depan planet ini.

Yang menarik, pembangunan berkelanjutan di Tiongkok berjalan selaras dengan pembangunan ekonomi yang dipacu secara sangat masif di berbagai sektor industri. Sultan secara khusus menilai sektor ekonomi hijau di Tiongkok, khususnya pengembangan subsektor energi hijau, terus berkembang secara pesat. Pertumbuhan ini memberikan inspirasi bagi negara-negara lain yang ingin mengikuti jejak modernisasi hijau.

“Kami harap dapat bekerja sama dengan China dan negara-negara sahabat yang lain untuk mengembangkan kebijakan transformasi ekonomi hijau yang dapat menyeimbangkan upaya pembangunan dengan keberlanjutan ekologi,” kata Ketua DPD dalam sambutannya pada gelar griya Kedutaan Besar China di Jakarta, Rabu.

Hubungan Indonesia-Tiongkok yang Langgeng

Mengingat pencapaian tersebut, Sultan menilai Indonesia patut menjadikan Tiongkok sebagai contoh dan mitra strategis dalam mengembangkan kebijakan serta implementasi pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau. Indonesia pun memandang Tiongkok sebagai mitra yang kerja samanya senantiasa langgeng berdasarkan pada prinsip persahabatan dan saling menguntungkan.

Yang perlu dicatat, meskipun Tiongkok terus berkembang sebagai adidaya ekonomi dengan kekuatan militer yang terus bertumbuh, Indonesia tidak melihat Tiongkok sebagai ancaman. Sebaliknya, Indonesia memandang Tiongkok sebagai mitra yang terpercaya dalam berbagai bidang kerjasama bilateral dan multilateral.

“Meski terus berkembang sebagai adidaya ekonomi dengan kekuatan militer yang terus bertumbuh, Indonesia tidak melihat China sebagai ancaman, melainkan sebagai mitra yang terpercaya,” katanya.

Modernisasi Tiongkok dan Relevansinya bagi Indonesia

Ketua DPD RI itu memandang keberhasilan Tiongkok menyelaraskan pembangunan berkelanjutan dengan pengembangan ekonomi sebagai bukti keberhasilan modernisasi di negara tersebut. Sultan pun sepakat dengan pandangan pemerintah Tiongkok bahwa modernisasi harus diterapkan dengan menyesuaikan pada nilai-nilai dan kondisi di suatu negara.

Karenanya, suatu bangsa tidak boleh memaksakan model atau strategi pembangunan tertentu kepada bangsa yang lainnya. Setiap negara memiliki karakteristik unik yang harus dipertimbangkan dalam proses modernisasi. Pendekatan yang fleksibel dan adaptif akan menghasilkan hasil yang lebih optimal.

“Kami menyambut modernisasi China yang sudah berlangsung 105 tahun mengingat dampak positifnya yang besar bagi modernisasi di Indonesia dan negara lain di kawasan,” kata Sultan, menambahkan.

Pemerintah Tiongkok menetapkan tahun berdirinya Partai Komunis Tiongkok pada 1921 sebagai tonggak awal dari modernisasi di Negeri Tirai Bambu itu. Gelar griya di Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta pada Rabu itu dimaksudkan untuk merayakan hal tersebut. Acara ini menjadi momen penting bagi kedua negara untuk memperkuat hubungan dan berbagi pengalaman dalam berbagai bidang pembangunan.

Dengan demikian, kolaborasi Indonesia-Tiongkok dalam mewujudkan demokrasi hijau diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan global. Kedua negara memiliki visi yang sejalan dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan dan inklusif bagi seluruh umat manusia.