Wapres serap aspirasi petani untuk sesuaikan harga eceran singkong
Wapres Gibran Rakabuming Raka Dengarkan Langsung Aspirasi Petani di Lampung
Wapres serap aspirasi petani untuk sesuaikan – Jakarta, Rabu – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lampung Timur untuk secara langsung Wapres serap aspirasi petani terkait berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat tani. Dialog yang berlangsung pada hari Rabu tersebut menghadirkan 33 perwakilan dari kelompok tani dengan total keanggotaan lebih dari enam ratus orang. Dalam pertemuan ini, Wapres menekankan pentingnya percepatan agenda swasembada pangan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto melalui perbaikan fundamental di sektor pertanian.
Evaluasi Komoditas Singkong sebagai Prioritas Nasional
Kehadiran Wapres Gibran di Lampung kali ini memiliki tujuan strategis, yakni meninjau perkembangan komoditas singkong yang masih menghadapi berbagai tantangan. “Hari ini saya ke Lampung khusus ngecek singkong, karena di komoditi ini masih banyak berbagai dinamika dan tantangan,” jelas Wapres Gibran saat membuka dialog. Menurutnya, keberhasilan penguatan komoditas beras harus diimbangi dengan perhatian setara terhadap pangan strategis lainnya seperti ubi kayu.
Pemerintah memutuskan untuk turun langsung ke lapangan guna memetakan kendala yang dihadapi petani. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan kesejahteraan petani melalui kebijakan yang tepat sasaran. Dengan pendekatan langsung, Wapres berharap dapat memahami akar permasalahan dan merumuskan solusi yang efektif.
Aspirasi Petani Mencakup Penyesuaian Harga dan Infrastruktur
Dalam pertemuan bersama Gabungan Kelompok Tani di Desa Muara Jaya, Wapres Gibran mendengarkan berbagai aspirasi yang cukup beragam. Pertama, para petani mengusulkan penyesuaian Harga Eceran Tertinggi untuk komoditas singkong agar sesuai kondisi pasar. Kedua, kebutuhan alat dan mesin pertanian yang lebih memadai untuk meningkatkan produktivitas. Ketiga, perbaikan infrastruktur jalan perkebunan guna memperlancar distribusi hasil panen.
Merespons berbagai masukan tersebut, Wapres menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menghadirkan kebijakan yang mampu menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi kepentingan petani dalam negeri.
Keempat, penguatan permodalan koperasi simpan pinjam agar petani dapat memperoleh akses pupuk dengan harga terjangkau. Semua aspirasi ini akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam penyusunan kebijakan pertanian ke depan.
Langkah Konkret untuk Stabilitas Harga Singkong
Salah satu langkah penting yang perlu dilakukan adalah penguatan regulasi terkait impor ubi kayu beserta produk turunannya. Wapres Gibran menjelaskan bahwa pembatasan impor menjadi instrumen strategis untuk menjaga stabilitas harga domestik. “Untuk menjaga stabilitas harga, ini saya kira ada terkait regulasi ya, pembatasan impor ubi kayu dan turunannya, ada pembatasan itu,” kata Wapres.
Selain itu, Wapres memastikan seluruh aspirasi petani akan segera dibahas bersama kementerian dan lembaga terkait. Terdapat tiga faktor penting yang perlu diselesaikan untuk menciptakan tata niaga singkong yang lebih adil. Pertama, penyelesaian persoalan HET yang selama ini menjadi perhatian petani. Kedua, standardisasi alat ukur untuk memastikan keadilan transaksi. Ketiga, penetapan kadar aci yang memberikan kepastian harga bagi petani.
Masalah HET, Nanti segera didiskusikan dengan pimpinan kami. Lalu standarisasi alat ukur, kadar aci. Nanti sudah ada tiga itu, saya yakin harga akan stabil, tidak fluktuatif lagi, dan untuk masalah kesejahteraan akan meningkat, demikian Gibran Rakabuming.
Pertemuan ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan petani. Dengan mendengarkan langsung aspirasi dari lapangan, pemerintah diharapkan dapat merumuskan kebijakan yang tepat sasaran. Dialog ini juga membuka ruang bagi kolaborasi antara pemerintah pusat dan pelaku pertanian di daerah untuk mencapai ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
